Penulis baNANA
Matu Mona
Matu Mona adalah nama pena Hasbullah Parindurie, yang lahir pada 20 Juli 1910 di Kesawan, Sumatra Utara. Matumona sendiri berasal dari bahasa Tapanuli Selatan yang berarti “baru mulai”. Dengan memilih nama ini, Hasbullah ingin menegaskan bahwa dirinya masih belajar.
Menurut tulisan Soebagijo I.N. di dalam buku Pacar Merah Indonesia terbitan Jendela, Hasbullah pula yang pertama kali memperkenalkan kata ‘wartawan’ (yang ia ambil dari harian Majlis terbitan Kuala Lumpur), ‘rekan’, dan ‘semula’ ke pembaca Tanah Air.
Selain Pacar Merah Indonesia, karya-karyanya adalah M. Jussjah, Jounalist; Harta Terpendam; Ja Umenek Jadi-Jadian; Biografi Mohammad Husni Thamrin; Biografi Wage Rudolf Supratman; Peristiwa demi Peristiwa, serta Zaman Gemilang.
